Baa’syir in action

Februari 23, 2007

Membaca berita di Jawa Pos tanggal 23 Februari 2007 saya jadi bertanya-tanya. Apakah dunia ini sudah terbalik? Singkat ceritanya: Baa’syir, yang kalau nggak salah seorang ulama dan pemimpin Pondok Ngruki, mau (bukan ingin atau meminta) bertemu dengan Presiden SBY. Tujuannya? Memberi nasehat kepada Sby, bahwa sebagai seorang muslim, beliau mempunyai kewajiban mengatur rakyat dan negara dengan hukum Islam. Menurut Baa’syir: ” Tidak mungkin seorang presiden bisa memimpin negara dengan baik tanpa menjalankan hukum Islam. dan “Mudah-mudahan tidak ada bencana lagi dan negara dalam keadaan adil makmur. ” Nah, Baa’syir pada mulanya mencoba masuk lewat pintu belakang Istana Negara. Nah, karena tidak ada perjanjian atau jadwal bertemu dengan Presiden, tentu saja Paspampres menolaknya. Lagi pula waktu itu sedang ada tamu negara PM Malaysia. Lalu Baa’syir minta bertemu dengan JuBir kepresidenan Mallarangeng, yang ternyata sedang menjalankan tugasnya mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan tamu negara tersebut. Akhirnya Baa’syir menyerahkan surat dan buku yang dibawanya kepada staf kepresidenan. Sebagai seorang yang bersemangat juang, Baa’syir lalu mencoba masuk lewat pintu depan, di mana ia logisnya ditolak lagi dan bahkan dihalau pergi. Baca entri selengkapnya »