Merokoklah supaya (lebih cepat) masuk surga!

Januari 18, 2007

Semua kasus, dari agama sampai makan jagung bakar, pasti mempunyai pengikut dan penentang, jadi yang pro dan kontra. Ini hal yang biasa, karena manusia dikaruniai Tuhan/Allah/God/Sang Hyang Widi Wasa/Sang Hyang Tunggal/YHW/Aton (atau apapun sebutanNya) otak untuk mempertimbangkan kasus-kasus itu, sesuai dengan hati sanubarinya (atau tidak).

Dalam topik ini saya khusus ingin membicarakan perihal rokok-merokok.

Yang pro banyak, yang kontrapun sak abreg.

Lihat tulisan ini: Wadehel yang judulnya saya catut dan saya modifikasi (boleh, kan? Ini memang namanya curi dulu baru permisi 🙂).

Jelas-jelas mas Wadehel ,kalau disimak, ditilik dan diteliti agak ke dalam, ada tendensi ke arah kontra. Demikian juga beberapa komentator.

Tetapi kalau disimak, ditilik dan diteliti agak ke dalam juga, si bapak yang komen-nya diceritakan itu ada betulnya juga, bahkan nyerempet-nyerempet kemuliaan hati.

Lho, kok gitu?

Iya dong, coba pikirkan (tanpa emosi, tanpa polemik):

  1. Si beliau itu kan mikirkan nasib kaum buruh pabrik rokok, yang cari sesuap nasi supaya bisa beli nasi dan HP.
  2. Berapa jumlah pengangguran di Indonesia? Syukur-syukur mereka punya kerjaan, iya to? Nah, memperbaiki statistik negara, kan? Ini namanya cinta tanah air juga, kann?
  3. Belum lagi mata pencaharian mereka yang suplay bahan-bahan rokok (kertasnya, tembakaunya, campuran-campurannya dll., dan yang jual eceran)
  4. Beliau juga memikirkan pendapatan negara dari pajak, yang bisa (sekali lagi: bisa dan seharusnya) digunakan untuk: membiayai bidang pendidikan, bidang pertanian dll. Kalau tidak salah penghasilan keseluruhan per tahun dari pajak rokok ialah Rp. 9 Trilyun. Bayangkan apa yang bisa dan seharusnya digerakkan dengan uang sebanyak itu.
  5. Beliau membela hak asasi manusia untuk menikmati kenikmatan. Kan manusia hidup ini nggak cuma untuk beramal, berbuat baik, berbuat jahat, mukuli istri/anak ataupun tetangga yang nggak sependapat/seiman, nggarong, memperkosa, repot ngurusi istri yang lebih dari satu dll. Kan kadang-kadang perlu istirahat sambil santai.Apa yang lebih santai dari pada nongkrong sambil klepas-klepus mengasapi paru-paru sendiri (dan paru-paru tetangga)?
  6. Dan, ini hasil penyimakkan dan pemikiran saya sendiri (sambil meringis bangga!), beliau menunjukkan jalan nikmat untuk lebih cepat masuk surga bagi kita!

Nah, mulia, nggak? Ayo, suci nggak hatinya?

Pasti ada yang kritik (dasar tukang kritik! 🙂): Lho kok yang nomer 6 nyeleneh sekali. Ngawur lu ah!! Asbun nih !

Ah, mosok, sih? Tunggu dulu, disimak dulu ini:

  1. Setiap batang rokok menghasilkan kira-kira 2 (dua) liter asap. Katakanlah seorang perokok sejati (yang ngisep betul-betul, bukan cuma ngisep di mulut aja!) mensuplai paru-parunya dengan 50% dari hasil asap keseluruhannya. Jadi perbatang masuk 1 Liter asap ke paru-paru, mungkin beberapa persen masuk perut . Jadi perhari, kalau dia ngisep 1 s/d 2 pak rokok, si dia ini menikmati 1 s/d 2 x 20 Batang x 1 liter asap = 20 s/d 40 liter asap. Pertahun kira-kira 7300 s/d 14600 liter dan seumur hidup (hitunglah mulai ngerokok dari umur 15 tahun sampai mati umur 65 tahun = 50 tahun ngerokok) 365 000 s/d 730 000 liter. Misalkan si mas atau si mbak duduk dengan 2 temannya yang bukan perokok sambil santai klepas-klepus selama 2 jam. Misalkanlah asap yang dihisap sahabatnya si perokok itu berjumlah 10% dari jumlah keseluruhannya, hitung saja berapa yang dihisap si teman-teman itu. Ini hasil pikiran saya tanpa dasar penyelidikan atau pengukuran atau apapun. Cuma dari pengamatan dan pengalaman sendiri sebagai seorang yang pernah berkarir sebagai perokok berbobot (baca: berat) dan berkeyakinan. Jelas ?
  2. Selanjutnya : Dalam asap rokok telah diidentifikasi kira-kira 4000 zat kimia yang sebagian besar merupakan racun bagi tubuh kita atau yang dapat mengganggu kesehatan kita, 40 di antaranya sudah pasti dapat menyebabkan kanker. Ini beberapa di antaranya : Acetaldehid, akrolein, 4-aminobifenil, amoniak, anilin, senyawa-senyawa arsenik, benzantrazen, bensol, benzoflurantren, benzfenantren, benzpiren, hydrocyniacid, timah/plumb, kadmium, senyawa-senyawa kadmium, kadmiumklorid, chrom, chrysen, crotonaldehid, cyanida, dibenzacridin, dibenzantracen, 7H-dibenzcarbazol, dibenzpiren, 1,1-dimetilhidrazin, dimetilnitrosamin, dioxin, etilcarbamat, formaldehid, fufural, hidrazin, hidrochinon, indenopiren, karbonmonoxid, kresol, metilbenzopiren, s-metilcholantren, metilchrysen, metilnitrosamin, beta-naftilamid, alfa-naftilamin, nickel dan kompleks-komplex nickel, nikotin, 2-nitropropan, n-nitrosamin, n-nitrosodimetilamin, n-nitrosonornikotin, n-nitrosopirolidin, fenol, polonium 210 (radioaktif), plutonium (radioaktif), hidrokarbon-hidrokarbon polisiklis, piridin, tar (= aspal), thorium, 2-toluidin, toluol, vinilchlorid, zinc dll. Di tambah dengan zat-zat yang dikandung dalam udara akibat polusi, jadinya tambah buanyak lagi, kan?
  3. Nikotin bisa menyebabkan ketergantungan/kecanduan, yang kita rasakan sebagai kenikmatan. Selain itu diantisipasi, bahwa ada di antara kira-kira 600 zat tambahan dalam produksi rokok yang bias menyebabkan kecanduan.

Kalau ditinjau secara statistis, life expectancy perokok lebih rendah dari yang non-smoker. Menurut penelitian kira-kira dan rata-rata 10 tahun lebih pendek. Demikian juga orang-orang yang sengaja atau tidak jadi co smoker, lebih cepat masuk surganya (atau neraka?).

Kalau kita pikirkan, dalam 10 tahun kita bisa berbuat berapa banyak dan berapa macam dosa, kan betul kalau si beliau yang disebut di atas itu hatinya mulia, kalau beliau menunjukkan jalan ke pada kita untuk mempersingkat hidup ini? Iya, to? Seprti … usulkan bunuh diri secara perlahan-lahan dan secara nikmat, gitu lho!

Beberapa penyakit yang berkaitan dengan merokok:

Bronchitis obstruktif kronis (dengan atau tanpa emfisema). Gejala: sesak nafas, batuk, bertambahnya produksi secret bronchial, lemah jantung (dalam stadium lanjut).

Penyempitan pembuluh arteri jantung dengan gejala/komplikasi: serangan jantung/infark miokard, gangguan ritmus/detak jantung, lemah jantung dengan sesak nafas

Penyempitan pembuluh-pembuluh arteri lain: kaki (“smoker’s leg” , terapi: amputasi), tangan (jarang), leher (stroke dengan kelumpuhan, dis-/anartria, amnesia, demensia dll.), mata (gangguan penglihatan sampai kebutaan)

Kanker paru-paru, kelenjar pancreas, mulut dan tenggorokan, dll.

Dsb., dsb. ……

Nah, bagaimana pendapat anda? Mulia nggak si bapak itu? Masuk surga dianya kan?

Pasti!!

Pasti …..? Bukankah menganjurkan orang bunuh diri itu dosa besar ….? Biarpun bunuh dirinya perlahan-lahan dan penuh nikmat?

🙂