Lawakan kelas tinggi? Atau politik tingkat atas?

Maret 27, 2007

Kebetulan saya baca ini.
Secara spontan saya tertawa sambil nyeletuk: “Aduh, mak!!”

Yang nongol dalam benak saya selanjutnya ialah pertanyaan, apakah ini betulan atau cuma lawakan (itu lho, model acara tivi republik mimpi).

Kalau memang betulan alias serius, ya, inikah kualitas pemimpin Indonesia? Ataukah ini bisa dimaafkan, karena ini cuma gejala/simptom dari flu burung saja (a.l. kalau nggak salah halusinasi, terutama kalau lagi panas tinggi, ya?)

Kalau cuma lawakan, wah, hebat nih Indonesia dan persnya jaman sekarang. Kok lawakan  gini bisa dikeluarkan sebagai head line.

Yang pasti untuk saya pribadi ada keuntungannya: bisa hemat uang

Lho, kok?” Anda pasti bertanya.

Jawabannya: saya sebetulnya mau nonton acara lawakan dengan pacar istri. Harga karcis per orang 25 €, jadi untuk dua orang 50 €. Nah, sesudah membaca artikel di atas tersebut, saya tertawa sampai terkencing-kencing sakit perut. Sekrangpun (beberapa jam kemudian) masih mesam-mesem sendiri. Nah, karena jatah tertawa hari ini sudah dihabiskan, ya, males deh ke acara lawak lagi. Nah, kan menghemat to? Uangnya bisa buat tambahan uang saku anak-anak, lumayan, kan?