Baa’syir in action

Februari 23, 2007

Membaca berita di Jawa Pos tanggal 23 Februari 2007 saya jadi bertanya-tanya. Apakah dunia ini sudah terbalik? Singkat ceritanya: Baa’syir, yang kalau nggak salah seorang ulama dan pemimpin Pondok Ngruki, mau (bukan ingin atau meminta) bertemu dengan Presiden SBY. Tujuannya? Memberi nasehat kepada Sby, bahwa sebagai seorang muslim, beliau mempunyai kewajiban mengatur rakyat dan negara dengan hukum Islam. Menurut Baa’syir: ” Tidak mungkin seorang presiden bisa memimpin negara dengan baik tanpa menjalankan hukum Islam. dan “Mudah-mudahan tidak ada bencana lagi dan negara dalam keadaan adil makmur. ” Nah, Baa’syir pada mulanya mencoba masuk lewat pintu belakang Istana Negara. Nah, karena tidak ada perjanjian atau jadwal bertemu dengan Presiden, tentu saja Paspampres menolaknya. Lagi pula waktu itu sedang ada tamu negara PM Malaysia. Lalu Baa’syir minta bertemu dengan JuBir kepresidenan Mallarangeng, yang ternyata sedang menjalankan tugasnya mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan tamu negara tersebut. Akhirnya Baa’syir menyerahkan surat dan buku yang dibawanya kepada staf kepresidenan. Sebagai seorang yang bersemangat juang, Baa’syir lalu mencoba masuk lewat pintu depan, di mana ia logisnya ditolak lagi dan bahkan dihalau pergi. Baca entri selengkapnya »


Alergi (bagian1)

Februari 15, 2007

Kutipan dari sebuah cerita kriminal: Seorang pengusaha kaya ditemukan tewas di rumahnya yang megah dengan wajah membiru dan bengkak-bengkak. Pemeriksaan pertama menyimpulkan, bahwa sebab kematiannya ialah penyumbatan saluran nafas, apalagi karena di dalam rongga mulut dan trakeanya ditemukan banyak sisa makanan. Seorang dokter ahliforensik lain yang mengenal korban merasa tidak puas dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, antara lain pemeriksaan darah, karena ia mempunyai kecurigaan tertentu. Dan ternyata memang dalam darah sang korban ditemukan tanda-tanda terjadinya shok anafilaktis berat. Pemeriksaan kimia membuktikan, bahwa di dalam wiski yang masih tersisa di gelas ada campuran sari/esens semacam kacang yang bernama hazelnut. Pengusaha itu memang penderita alergi, terutama terhadap hazelnut ini. Pada akhir cerita terungkap, bahwa istri keduanya lah yang mencampurkan esens hazelnut itu ke botol wiski. Alasannya ialah karena si pengusaha merencanakan untuk menceraikan istrinya ini dan hanya mau memberikan santunan yang kecil sekali.

Apakah sebetulnya alergi itu? Baca entri selengkapnya »


Wong apik, wong elek. Neraka untukmu, surga untukku?

Februari 11, 2007

Orang yang bagaimanakah sebetulnya orang yang baik?
Haruskah dia beragama? Dan apakah kalau beragama/berkepercayaan secara taat dia automatis bisa langsung dikategorikan sebagai seorang baik? Kalau tidak beragama, apakah dia langsung bisa dicap orang jelek? Jahat? Laknat? Seperti setan penghuni WC? Neraka untuknya? Takdirnya berenang dalam air comberan? Ataukah bisa juga dia seorang yang baik? Penuh kasih dan toleransi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas akan saya bahas dalam posting lain.

Posting ini ialah ekspresi pemikiran saya pribadi mengenai perjalanan hidup. Bagaimana seseorang sebaiknya melakukan sesuatu, tidak peduli dia seorang yang beragama, seorang yang berkepercayaan atau seorang yang tidak menyembah siapapun. Karena ini bagi saya merupakan pendukung untuk mengerjakan sesuatu dengan baik dan ini merupakan salah satu langkah pertama untuk menjadi seorang yang baik.

Menurut kepercayaan yang saya ikuti dan menurut sanubari saya, sebelum melakukan/melaksanakan sesuatu pekerjaan atau aksi, kita harus melalui langkah-langkah berikut ini: “membaca”, merasakan, bertanya dan mengerti, meneliti/menyimaki pengertian yang kita peroleh kemudian melaksanakan dan setelah itu “menengok lagi ke belakang”. Saya sengaja tidak mencantumkan “berdoa”, karena hal ini untuk saya adalah sesuatu yang mutlak dan tidak perlu diperdebatkan, biarpun cara berdoa atau bersyukur tentu berbeda-beda. Baca entri selengkapnya »


Emergency aid doctor

Februari 10, 2007

Paman saya yang sudah sepuh telah meninggal akhir tahun lalu, karena menderita hypertensive crisis (krisis tekanan darah) yang mengakibatkan edema paru-paru. Dalam keadaan kritis dengan sesak napas yang hebat itu, kakak keponakan saya meminta tolong seorang tetangganya yang mempunyai mobil dan beliau diangkut ke rumah-sakit. Sayang beberapa meter sebelum sampai, beliau sudah dipanggil.

Kenapa saya ceritakan ini?

Karena saya berpikir, apakah jiwa beliau bisa diselamatkan dan saya bisa menengok sekali lagi sebelum di usianya yang sudah tinggi itu beliau akhirnya akan dipanggil Tuhan, seandainya di Indonesia sistem emergency aid doctor sudah/bisa diterapkan.

Apa sistem emergency aid doctor ini?

Tidak lain sistem pertolongan pertama dengan dokter-dokter yang memperoleh pendidikan khusus dalam hal ini. Bahkan sejak kurang lebih dua tahun yang lalu, pendidikan ini diakui sebagai sebuah subspesialisasi.

Bagaimana bekerjanya sistem ini? Baca entri selengkapnya »