Merokoklah supaya (lebih cepat) masuk surga!

Semua kasus, dari agama sampai makan jagung bakar, pasti mempunyai pengikut dan penentang, jadi yang pro dan kontra. Ini hal yang biasa, karena manusia dikaruniai Tuhan/Allah/God/Sang Hyang Widi Wasa/Sang Hyang Tunggal/YHW/Aton (atau apapun sebutanNya) otak untuk mempertimbangkan kasus-kasus itu, sesuai dengan hati sanubarinya (atau tidak).

Dalam topik ini saya khusus ingin membicarakan perihal rokok-merokok.

Yang pro banyak, yang kontrapun sak abreg.

Lihat tulisan ini: Wadehel yang judulnya saya catut dan saya modifikasi (boleh, kan? Ini memang namanya curi dulu baru permisi πŸ™‚).

Jelas-jelas mas Wadehel ,kalau disimak, ditilik dan diteliti agak ke dalam, ada tendensi ke arah kontra. Demikian juga beberapa komentator.

Tetapi kalau disimak, ditilik dan diteliti agak ke dalam juga, si bapak yang komen-nya diceritakan itu ada betulnya juga, bahkan nyerempet-nyerempet kemuliaan hati.

Lho, kok gitu?

Iya dong, coba pikirkan (tanpa emosi, tanpa polemik):

  1. Si beliau itu kan mikirkan nasib kaum buruh pabrik rokok, yang cari sesuap nasi supaya bisa beli nasi dan HP.
  2. Berapa jumlah pengangguran di Indonesia? Syukur-syukur mereka punya kerjaan, iya to? Nah, memperbaiki statistik negara, kan? Ini namanya cinta tanah air juga, kann?
  3. Belum lagi mata pencaharian mereka yang suplay bahan-bahan rokok (kertasnya, tembakaunya, campuran-campurannya dll., dan yang jual eceran)
  4. Beliau juga memikirkan pendapatan negara dari pajak, yang bisa (sekali lagi: bisa dan seharusnya) digunakan untuk: membiayai bidang pendidikan, bidang pertanian dll. Kalau tidak salah penghasilan keseluruhan per tahun dari pajak rokok ialah Rp. 9 Trilyun. Bayangkan apa yang bisa dan seharusnya digerakkan dengan uang sebanyak itu.
  5. Beliau membela hak asasi manusia untuk menikmati kenikmatan. Kan manusia hidup ini nggak cuma untuk beramal, berbuat baik, berbuat jahat, mukuli istri/anak ataupun tetangga yang nggak sependapat/seiman, nggarong, memperkosa, repot ngurusi istri yang lebih dari satu dll. Kan kadang-kadang perlu istirahat sambil santai.Apa yang lebih santai dari pada nongkrong sambil klepas-klepus mengasapi paru-paru sendiri (dan paru-paru tetangga)?
  6. Dan, ini hasil penyimakkan dan pemikiran saya sendiri (sambil meringis bangga!), beliau menunjukkan jalan nikmat untuk lebih cepat masuk surga bagi kita!

Nah, mulia, nggak? Ayo, suci nggak hatinya?

Pasti ada yang kritik (dasar tukang kritik! πŸ™‚): Lho kok yang nomer 6 nyeleneh sekali. Ngawur lu ah!! Asbun nih !

Ah, mosok, sih? Tunggu dulu, disimak dulu ini:

  1. Setiap batang rokok menghasilkan kira-kira 2 (dua) liter asap. Katakanlah seorang perokok sejati (yang ngisep betul-betul, bukan cuma ngisep di mulut aja!) mensuplai paru-parunya dengan 50% dari hasil asap keseluruhannya. Jadi perbatang masuk 1 Liter asap ke paru-paru, mungkin beberapa persen masuk perut . Jadi perhari, kalau dia ngisep 1 s/d 2 pak rokok, si dia ini menikmati 1 s/d 2 x 20 Batang x 1 liter asap = 20 s/d 40 liter asap. Pertahun kira-kira 7300 s/d 14600 liter dan seumur hidup (hitunglah mulai ngerokok dari umur 15 tahun sampai mati umur 65 tahun = 50 tahun ngerokok) 365 000 s/d 730 000 liter. Misalkan si mas atau si mbak duduk dengan 2 temannya yang bukan perokok sambil santai klepas-klepus selama 2 jam. Misalkanlah asap yang dihisap sahabatnya si perokok itu berjumlah 10% dari jumlah keseluruhannya, hitung saja berapa yang dihisap si teman-teman itu. Ini hasil pikiran saya tanpa dasar penyelidikan atau pengukuran atau apapun. Cuma dari pengamatan dan pengalaman sendiri sebagai seorang yang pernah berkarir sebagai perokok berbobot (baca: berat) dan berkeyakinan. Jelas ?
  2. Selanjutnya : Dalam asap rokok telah diidentifikasi kira-kira 4000 zat kimia yang sebagian besar merupakan racun bagi tubuh kita atau yang dapat mengganggu kesehatan kita, 40 di antaranya sudah pasti dapat menyebabkan kanker. Ini beberapa di antaranya : Acetaldehid, akrolein, 4-aminobifenil, amoniak, anilin, senyawa-senyawa arsenik, benzantrazen, bensol, benzoflurantren, benzfenantren, benzpiren, hydrocyniacid, timah/plumb, kadmium, senyawa-senyawa kadmium, kadmiumklorid, chrom, chrysen, crotonaldehid, cyanida, dibenzacridin, dibenzantracen, 7H-dibenzcarbazol, dibenzpiren, 1,1-dimetilhidrazin, dimetilnitrosamin, dioxin, etilcarbamat, formaldehid, fufural, hidrazin, hidrochinon, indenopiren, karbonmonoxid, kresol, metilbenzopiren, s-metilcholantren, metilchrysen, metilnitrosamin, beta-naftilamid, alfa-naftilamin, nickel dan kompleks-komplex nickel, nikotin, 2-nitropropan, n-nitrosamin, n-nitrosodimetilamin, n-nitrosonornikotin, n-nitrosopirolidin, fenol, polonium 210 (radioaktif), plutonium (radioaktif), hidrokarbon-hidrokarbon polisiklis, piridin, tar (= aspal), thorium, 2-toluidin, toluol, vinilchlorid, zinc dll. Di tambah dengan zat-zat yang dikandung dalam udara akibat polusi, jadinya tambah buanyak lagi, kan?
  3. Nikotin bisa menyebabkan ketergantungan/kecanduan, yang kita rasakan sebagai kenikmatan. Selain itu diantisipasi, bahwa ada di antara kira-kira 600 zat tambahan dalam produksi rokok yang bias menyebabkan kecanduan.

Kalau ditinjau secara statistis, life expectancy perokok lebih rendah dari yang non-smoker. Menurut penelitian kira-kira dan rata-rata 10 tahun lebih pendek. Demikian juga orang-orang yang sengaja atau tidak jadi co smoker, lebih cepat masuk surganya (atau neraka?).

Kalau kita pikirkan, dalam 10 tahun kita bisa berbuat berapa banyak dan berapa macam dosa, kan betul kalau si beliau yang disebut di atas itu hatinya mulia, kalau beliau menunjukkan jalan ke pada kita untuk mempersingkat hidup ini? Iya, to? Seprti … usulkan bunuh diri secara perlahan-lahan dan secara nikmat, gitu lho!

Beberapa penyakit yang berkaitan dengan merokok:

Bronchitis obstruktif kronis (dengan atau tanpa emfisema). Gejala: sesak nafas, batuk, bertambahnya produksi secret bronchial, lemah jantung (dalam stadium lanjut).

Penyempitan pembuluh arteri jantung dengan gejala/komplikasi: serangan jantung/infark miokard, gangguan ritmus/detak jantung, lemah jantung dengan sesak nafas

Penyempitan pembuluh-pembuluh arteri lain: kaki (β€œsmoker’s leg” , terapi: amputasi), tangan (jarang), leher (stroke dengan kelumpuhan, dis-/anartria, amnesia, demensia dll.), mata (gangguan penglihatan sampai kebutaan)

Kanker paru-paru, kelenjar pancreas, mulut dan tenggorokan, dll.

Dsb., dsb. ……

Nah, bagaimana pendapat anda? Mulia nggak si bapak itu? Masuk surga dianya kan?

Pasti!!

Pasti …..? Bukankah menganjurkan orang bunuh diri itu dosa besar ….? Biarpun bunuh dirinya perlahan-lahan dan penuh nikmat?

πŸ™‚

36 Balasan ke Merokoklah supaya (lebih cepat) masuk surga!

  1. grandiosa12 mengatakan:

    tapi kok menyedot samsu 234 di kala dingin (ditambah minum secangkir kopi hangat).. begitu menggoda, jadi lupa tuh racun2 di dalam rokok..

    salken aja lah..

  2. Dee mengatakan:

    Secara kualitatif, sudah ada yang memaparkan sisi keuntungannya dan keburukannya. Sekarang, siapa hayo yang mau bikin analisis kuantitatifnya, cost vs benefit, atau manfaat vs mudharatnya. Nanti kan ketemu, kira-kira masuk surga atau di tempat yang lainnya. (Sorry, gak berani tulis neraka, saya bukan juru taksir pegadaian)

  3. Kang Adhi mengatakan:

    kalau saya merokok kena penyakit, kalau gak merokok badan saya jadi gemuk bukan main. Wah pilih mana ya?

  4. joesatch mengatakan:

    ini bukan bunuh diri. ini mati syahid! berkorban nyawa demi negara dan masyarakatnya jelas suatu tindakan moral yang patut dipuji. dan sudah pasti: surga firdaus dan bidadari2nya!
    KEKEKEKEKEKE…..

  5. Luthfi mengatakan:

    πŸ™‚ πŸ™‚

  6. tukangkomentar mengatakan:

    grandiosa12:
    apalagi kalau malam-malam dan hujan rintik-rintik dapat giliran ronda di perumahan, lalu nongkrong di gardu sama teman-teman ronda sambil klepas-klepus sebelum dan sesudah makan gorengan buatan istri tercantik dan tercinta, walah, sambil cerita-cerita hantu yang serem-serem lagi! Mungkin yang lebih nikmat ya kelonan sama istri di rumah,ya?

    Dee,
    gampang. Itung saja perbungkus Rp. 5000 (234, kalau nggak salah,ya. Sudah naik lagi belum? Soalnya saya di luar sih, jadi nggak tahu). Lalu kalikan 365 (tahun) dan 50 (masa merokok), jumlahnya:Rp. 91 250 000,-. Tunggu, tambah lagi ongkos ke dokter dan harga tebus obat. Mungkin juga ongkos rawat nginap di RS.πŸ™‚

    Kang Adhi,
    ada gemuk sakit, ada gemuk sehat. Penting makanannya, kan? Ya kalau berhenti merokok tangannya jangan gerayangan di toples permen.
    Lagi pula banyak lho perempuan yang menganggap lelaki gemuk (tapi jangan keterlaluan gemuknya) seksi, katanya kalau dipegang mantep dan kerasa, gitu lho!

    joesatch,
    bedanya: kalau mati syahid kena tembak kan cepat, tapi kalau yang syahid yang ini, ah, nggak mau ah. Sesak napas terus, batuk-batuk dan akhirnya matinya sengsara. Apalagi yang kena kanker paru-paru, weh, ngeri deh! Amit, amit!

    Luthfi,
    hayo, situ cuma tertawa pasti sudah berhenti merokok, ya? Nggak bersedia berkorban untuk negara dan masyarakat, nih? Bukan patriot nih (seperti saya), dan pasti nggak masuk surga.πŸ™‚

  7. Arif Kurniawan mengatakan:

    Saya sudah berhenti merokok. Sejak kehabisan rokok kretek.
    Saat ini, saya in the middle of nowhere.
    Tanpa kretek…
    Tanpa indomie…

    Saya merasa… bukan orang Indonesia lagi.

    Bukankah orang Indonesia identik dengan Rokok Kretek dan Indomie?

    Huehehehe…

  8. uzi mengatakan:

    Rokok itu bagus untuk kesehatan lho. Kesehatan kantong bosnya perusahaan rokok, hehe. Terakhir kali saya merokok, ketauan kakek, “dinasehati” abis2an, sekarang saya ngga merokok:)

  9. tukangkomentar mengatakan:

    Arif Kurniawan,
    masih untung orang Indonesia masih belum diidentikkan dengan kanker paru-paru ya?
    Tapi kan orang Indonesia masih juga identis dengan tempe (bukan semangat atau jiwanya, lho!). Nah kalau gini ya saya, biarpun nggak ngrokok lagi dan kurang suka makan Indomie, masih tetap ngrasa orang Indonesia (jauuuh dalammm di lubuk hati).

    uzi,
    ah, itu kakek anda saja yang nggak tau nikmatnya ngrokok sambil minum kopi. Dan beliau kurang “patriot” ya? Masak cucu mau mbantu negara dan orang lain (baca: boss rokok) kok malah dilarang.πŸ™‚

  10. wadehel mengatakan:

    Harusnya anak-anak sekolah, dan terutama kyai-kyai bisa membaca dengan niat nganalisa sampai seiseng ini. Biar yang ditangkep bukan hanya yang tekstual. SintingπŸ˜€

    Ada cerita iseng, daripada membunuh dengan misil/rudal yang harganya mahal, mending membunuh dengan rokok, pembunuh dapat untung, tujuan tercapai dengan santai. Seringkali keuntungan yang didapat sampai bikin lupa pada tujuan awal.

  11. tukangkomentar mengatakan:

    wadehel,
    makanya saya juga sampai mikir: apakah pabrik-pabrik rokok itu bukan disetir CIA/USA untuk membunuh bangsa Indonesia secara perlahan-lahan dengan merusakkan kesehatan generasi penerusnya dengan perlahan-lahan (biar nggak kentara), supaya nanti kalau sampai waktunya nyerang cuma ketemu yang sakit-sakitan dan batuk-batuk, jadi nggak bisa ngelawan betulan?
    (pikiran iseng aja.πŸ™‚ )

  12. mrtajib mengatakan:

    ngeblog tanpa ngrokok dan ngopi = ngantuk. Piye ki mas?

  13. tukangkomentar mengatakan:

    mrtajib,
    lha coba keng garwane atau pacarnya dibujuk nemenin sambil mijit pundaknya, kan lebih sehat dari pada ngrokok, kan? Kalau saya sih ngopi sambil ngendus-endus bau menyan.πŸ™‚

  14. mardun mengatakan:

    #tukang komentar#
    lha gimana dengan McDonald, Kafir Fried Chicken, dan lain-lainnya yang juga akan membunuh kita perlahan-lahan lewat kolesterol?

    jadi inget kata temen saya:
    “kalau mau sehat, hidup di tengah hutan diatas gunung aja”

    lama-lama kayaknya dia benar juga ya?

  15. tukangkomentar mengatakan:

    mardun,
    berapa kali sih anda sehari ke McDonald atau ke KFC? Saya sih paling (maximal) sebulan sekali dengan anak-anak (karena memang lebih seneng tempe)πŸ™‚ ).
    Kalau ngrokok, kan sehari bisa sampai berpuluh kali, kan?
    Jadi pembunuhan oleh McDonald dsb. itu lebih perlahaaaaan, mungkin kita sudah mati dulu sebelum terbunuh.
    Masalahnya: faktor-faktor itu (kolesterol, nikotin dsb., dsb.) itu numpuk sak abreg, jadi ya tetep matinya cepat (menderita lagi!).

  16. Dani Iswara mengatakan:

    tp siaran langsung sepak bolanya…πŸ˜€

  17. Farid mengatakan:

    selama rokok mendanai pemerintah dengan cukainya, adalah bagus buat kita untuk merokok. karena dana cukai itu bisa dikorupsi, bikin jaklan baru, memperbaiki jalan yang rusak. dan lain sebagainya

  18. Farid mengatakan:

    selama rokok mendanai pemerintah dengan cukainya, adalah bagus buat kita untuk merokok. karena dana cukai itu bisa dikorupsi, bikin jalan raya baru, memperbaiki jalan yang rusak. dan lain sebagainya. Sorry, yang tadi salah tulis, maklum buru buru, soalnya diwarnet. dimana waktu berbanding lurus dengan uang yang kita harus bayarkan kepada pemilik warnet

  19. tukangkomentar mengatakan:

    Dani Iswara ,
    tapi kalau sudah kena penyakit jantung iskemia (istilahnya bener nggak?) ya jangan nonton siaran langsung sepak bola. Bisa tek sek, lho!
    Di Jerman kadang-kadang ada kejadian gitu. Saya pernah waktu tugas sebagai emergency aid doctor dipanggil ke satu keluarga, ternyata bapaknya ya tiba-tiba mati, waktu kesebelasan kesayangannya kalah. Tek, sek!!

    Farid ,
    tapi ternyata jalan rayanya tetap rusak, padahal kita nyumbang terus sampai jalan raya nafas kita juga rusak. Trus gimana, nih?

  20. cidh mengatakan:

    stuju banget.. alkisah juga menyebutkan para perokok bisa bergandengan tangan dengan founder malboro disurga.. dari surfvey yang dilakukan ….. para perokok itu mudanya awet .. ga sampe tua keburu koit .. peace..
    -hidup tanpa asap rokok-

  21. fourtynine mengatakan:

    Merokok itu bikin awet muda, karena bakalan bikin pengisapnya ‘pendek umur’

  22. Dani Iswara mengatakan:

    tp ‘diam2’ kita kan jg menikmati hasil cukai rokok itu..siaran langsung olah raga, beasiswa (masi ada ngga ya..), penerangan jalan, dll..πŸ˜€

  23. tukangkomentar mengatakan:

    Dani Iswara,
    ini mungkin yang namanya paradox itu, ya?πŸ™‚
    Mau satu nggak mau yang lain.
    Kalau menurut saya sih:
    1. Semua orang bebas menentukan sendiri mau ngrokok atau nggak (kan mereka calon pasien saya, kan?). Dengan pengecualian: anak di bawah umur, harus dilarang 100% (baik merokoknya maupun belinya).
    2. Memang hasil bea cukainya buessarr sekali, tapi mungkin kalau dilihat dari kerugian sosial-ekonomi secara keseluruhan (karena penyakit dan biaya-biaya lain dalam rangka ini, “pencurian” jam/waktu kerja untuk ngrokok, menurunnya efisiensi dan produktivitas sebagai efek samping dst., dst.), mungkin jadinya seimbang ya (untuk negara)? Tapi bagaimana dengan problem yang timbul pada perorangan/individu karena penyakit akibat merokok?
    Kalau di Indonesia kan pemerintah (yang nota bene menerima dan “menyalurkan” hasil cukai itu) nggak menanggung akibatnya (paling cuma sebagian kecil saja, kan?). Kalau di Jerman dengan adanya sistem asuransi yang cukup lancar (sampai sekarang), ya masih lumayan.

    cidh,
    tahu nggak, bahwa cowboy yang dalam iklan Marlboro itu (itu lho, yang ganteng, sexy macho dsb dan nglepas-nglepus) itu mati karena kanker paru? Dan sekarang mungkin sudah bermesraan dengan founder

  24. joeleha mengatakan:

    emang iya juga sih kalo ngerokok itu merusak kesehatan. Angka kematian akibat rokok (perokok pasif atopun aktif) termasuk tinggi. TAPI KALO ADA PEROKOK YANG MATI, SEBENERNYA SIH BUKAN SEMATA MATA KARENA ROKOK TAPI KARENA EMANG UDAH TAKDIRNYA AJA……..

  25. tukangkomentar mengatakan:

    joeleha,
    yah, memang semuanya takdir. Atau ….?
    Memang ada orang yang nggak pernah merokok yang kena kanker paru-paru (dan juga kanker pankreas) atau penyakit paru-paru lain (bronkitis kronik obstruktif, emfisema dsb.).
    Ada juga yang nggak merokok tapi kena penyakit jantung (penyempitan pembuluh dan infarkt).
    Tapi menurut statistik memang yang merokok itu lebih sering terkena penyakit-penyakit tersebut. Dan penyakit-penyakit itu mahal, lho! Tapi ya nggak apa-apa, kan manusia nantinya akan mati juga, ya? Memang takdirnya sudah gitu, kan? πŸ™‚

  26. jihan n tia mengatakan:

    yah….klo menurut kita bener juga cie ngerokok ntu membantu negara,palagi kebanyakan masyarakat di negara kita jadi buruh di pabrik rokok,tapi kan….kita bisa jadi orang penyakitan gara2 konsumsi rokok truz cepet mati dech,
    tapi bisa masuk surga ya????? ah…kata sapa???
    Tapi,kita mwu bilang makacih coz artikel km ini,dah bantu tugas kita…..BTw kita bukan perokok lho!!!!
    tHNK’S……….

  27. tukangkomentar mengatakan:

    jihan n tia,
    yah, kalau memang mau memandang dari sudut itu memang banyak untungnya yang lain (disamping keuntungan untuk pengusaha rokok, penjual rokok eceran dan buruh pabrik rokok) kalau merokok:
    – dokter nggak akan kekeurangan kerjaan, apalagi dokter ahli paru-paru
    – apalagi pabrik obat/farmasi kan bisa jual obat-obatnya, nggak akan kekurangan pembeli
    – kalau cepet mati kan berarti mengurangi kepadatan penduduk dunia, ya?

    Tapi, apa ya untungnya buat si perokok itu sendiri?
    Mungkin:
    -nikmatnya
    -nikmat batuk-batuk dan sesak nafasnya
    -nikmatnya mati cepet, jadi nggak bikin dosa banyak-banyak
    Apalagi, ya?
    Salam.

  28. Lizzie mengatakan:

    Way cool! Some extremely valid points! I appreciate
    you penning this write-up plus the rest of the website
    is also really good.

  29. bed bugs in your home mengatakan:

    It’s wonderful that you are getting ideas from this paragraph as well as from our argument made at this place.

  30. Aw, this was an exceptionally good post. Taking a few minutes and actual effort to
    make a good article… but what can I say… I procrastinate a whole lot and don’t manage to get anything done.

  31. buy a college degree mengatakan:

    What’s up to every single one, it’s genuinely a nice for me
    to pay a visit this web site, it includes
    priceless Information.

  32. surat lamaran mengatakan:

    keren tulisannya….

  33. cara rooting mengatakan:

    no komen ahh, karena saya perokok

  34. mas sugeng mengatakan:

    artikel yang berguna

  35. tablet advan mengatakan:

    meroko bisa menyebabkan ketagihan bouss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: